Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menegaskan siap perang demi keutuhan NKRI, namun demikian harus tetap menunggu hasil perundingan Indonesia dengan Malaysia yang akan dilaksanakan 6 September 2010.

Perundingan antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia baru akan digelar 6 September 2010, terkait memanasnya hubungan kedua negara belakangan ini. Sementara rakyat kedua belah negara sudah “panas” saling kecam dan protes dengan berbagai aksi.

Tugas TNI adalah menjaga kedaulatan negara, integritas dan keutuhan wilayah NKRI serta menjaga keselamatan bangsa. Anggota TNI selalu dalam keadaan siap perang setiap saat karena sudah menjadi tugas pokok dari tentara.

Menyangkut persoalan Indonesia dengan Malaysia yang diikuti selama ini bahwa Indonesia telah mengambil kebijakan lebih mengedepankan diplomasi.

TNI selalu siap apa pun keputusan yang diambil oleh pemerintah, tegas Jenderal Djoko Santoso, seperti dikutip dephan.go.id.

Menurut Djoko, salah satu prioritas utama TNI adalah menjaga integritas Tanah Air dan keselamatan negara, karena itu TNI selalu siap untuk setiap tugas penyelamatan negara.

Jenderal Djoko juga menyatakan TNI adalah alat pertahanan yang tidak bisa melepaskan dari keputusan politik, karena itu TNI akan bertindak sesuai aturan dan sesuai keputusan politik dan apa yang dilakukan dan tidak dilakukan TNI itu sesuai dengan keputusan otoritas politik.

Panglima juga menegaskan keutuhan NKRI adalah harga mati bagi setiap masyarakat Indonesia, apalagi TNI yang bertugas penjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara.

sumber : http://www.tribunnews.com/2010/08/31…an-6-september


Jakarta – Sudah beberapa kali Lebaran, sejumlah warga menyambangi Istana Kepresidenan untuk mengikuti open house yang digelar Presiden SBY. Biasanya, warga yang datang akan mendapatkan uang simpati. Namun besaran uang tersebut tidak ditentukan.

“Saya mau klarifikasi soal pemberitaan di media katanya presiden akan memberikan uang sebesar Rp 300 ribu dalam acara open house kali ini. Itu sama sekali tidak benar,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat dihubungi wartawan, Jumat (10/9/2010).

Menurutnya, di tahun-tahun sebelumnya, sebagai rasa simpati dan kepedulian kepada para penyandang cacat khususnya tunanetra, presiden memang memberikan santunan setiap kali open house. Tetapi bantuan tersebut tidak pernah dipublikasikan ataupun ditetapkan besarannya.

Berarti memang ada pemberian uang saat open house? “Iya ada. Tapi dengan catatan itu seharusnya tidak dipublikasikan dan tidak pernah ditentukan besarannya berapa. Saya sendiripun tidak tahu,” ucap Julian.

Ketika wartawan menyodorkan bukti bahwa sebagian warga pada open house kali ini mendapatkan uang Rp 100 ribu sedangkan pada Lebaran sebelumnya mendapat Rp 250 ribu, Julian pun hanya menanggapi diplomatis.

“Ya mungkin itu benar tetapi kita kan tidak pernah mengelurkan statemen, dalam artian memberikan publikasi,” kata dia.

Ditambahkan dia, pemberian uang itu semata-mata hanya rasa simpati SBY. Karena SBY punya perhatian yang dalam kepada para penyandang cacat khususnya tunanetra.

“Kalau sekarang dikasih Rp 100 ribu, saya belum tahu, nanti dicek dulu. Tapi bisa saja benar kalau teman-teman sudah mendapatkan berita dari yang bersangkutan,” tutup Julian. (vit/ndr)

sumber: detik.com

Dua Pesawat Sukhoi Tiba di Makassar

Posted: September 10, 2010 in politik

Dua pesawat tempur Sukhoi SU-27 SKM dari Rusia tiba di Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Satu pesawat sejenis akan menyusul tiba pada bulan ini untuk memperkuat TNI AU.

Kepala Penerangan Lanud TNI AU Sultan Hasanuddin Makassar, Mayor Mulyadi, di Makassar, Jumat, mengatakan, pesawat tempur Sukhoi tersebut melengkapi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

“Pada tahun ini, sebanyak tiga unit pesawat Sukhoi yang dipesan dari Rusia. Satu unit lagi akan menyusul pada bulan ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, ketiga pesawat canggih tersebut akan memperkuat Skuadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin.

Lanud Sultan Hasanuddin sendiri merupakan home base pesawat tempur SU-27 SKM dan SU-30 MK2 buatan Komsomolsk Amure Arcraft Production Association (KNAPO).

Menurutnya, dengan tambahan pesawat tersebut, enam pesawat Sukhoi pesanan TNI AU sudah lengkap. Sebelumnya Sukhoi jenis SU-30 MK2 tiba secara bertahap pada Desember 2008 dan Januari 2009.

Tiga tambahan pesawat tersebut belum dilengkapi dengan persenjataan, karena paket pembelian pesawat berbeda dengan pembelian senjata.

“Dengan tambahan tiga unit pesawat tersebut, TNI AU memiliki sebanyak 10 unit pesawat tempur Sukhoi,” ungkapnya.

Pesawat Sukhoi tersebut akan menggantikan peran pesawat A-4 Sky yang berada di Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin.

Pesawat Antonov AN-124-100 yang mengangkut pesawat tempur Sukhoi, tiba di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 10.00 WITA dengan didampingi oleh tim personel dari Rusia sebanyak 40 orang.

http://regional.kompas.com/read/2010….di.Makassar-5


Jakarta – Pesawat Garuda Indonesia GA 239 ngaret 3 menit gara-gara menunggu Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Sehari sebelumnya, pesawat Garuda juga molor terbang. Bahkan 20 menit. Kali ini, gara-gara rombongan anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Edy Bhaskoro yang akrab disapa Ibas.

Peristiwa itu terjadi di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu 4 September 2010. Seorang penumpang pesawat tersebut, sebut saja Hendro, menceritakan kepada detikcom, Selasa (7/9/2010).

Menurut Hendro, pesawat itu seharusnya terbang tepat pukul 09.30 WIB. Namun hingga jarum jam menunjuk waktu tersebut, pesawat tidak juga lepas landas. Para penumpang yang telah duduk manis di kursinya mulai bertanya-tanya.

“Semua pada bisik-bisik, kenapa nggak terbang-terbang ya. Padahal kelihatannya kursi sudah terisi penuh,” cerita Hendro. Beberapa penumpang bahkan sempat menduga ada gangguan teknis pada pesawat tersebut.

Pertanyaan para penumpang pun akhirnya terjawab. Tak berapa lama setelah waktu yang dijadwalkan terbang, sang pilot mengumumkan sesuatu. Menurut Hendro, melalui pengeras suara, pilot mengatakan bahwa sebenarnya Garuda sudah siap untuk terbang namun masih ada penumpang yang ditunggu.

Kasak-kusuk di antara penumpang pun kian ramai. Kali ini, para penumpang bertanya-tanya, siapa orang yang terlambat itu. Saat itu, keterlambatan sudah hampir 10 menit.

Dan tak lama setelah itu, rombongan yang ditunggu akhirnya muncul. Sejumlah penumpang pun hanya memandang rombongan yang ternyata adalah anak SBY, Ibas, bersama enam orang pengawalnya. Ibas merupakan anggota DPR dan kini menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Demokrat.

“Pengawalnya pakai senjata lengkap, jadi semua orang melihat mereka,” kata Hendro.

Setelah Ibas duduk, pesawat belum juga terbang karena pengawalnya masih sibuk menyimpan dan merapikan senjata-senjatanya. Otomatis, pesawat makin molor.

“Kita akhirnya baru terbang sekitar pukul 09.50 WIB. Lama banget terlambatnya, semua pada ngeluh tapi ya gimana,” kata Hendra.

http://www.detiknews..com/read/2010/0…-sby?991101605

NEXT GIGS !!!

Posted: Agustus 31, 2010 in GIGS

COMING SOON!!!

“” CHARITY FEST “”

Sabtu, 4 september 2010
at APPLE Studio ( Perum. Bogor Baru – Bogor )

with performance :

* MARY ANN
* ROVERSKIN
* WAVE OF LOVE
* PLAY BACK
* OUTSTEP
* VOICE ALONE
* ROLLER COASTER
ETC …..

OPEN REGISTRATION :

RP. 100.000,-

INFO :

0856 9721 5438

[ SELURUH DANA YANG DIDAPAT, AKAN DISUMBANGKAN DAN DI ALOKASIKAN UNTUK MENGADAKAN ACARA “SAHUR ON THE ROAD” DAN PROGRAM PEMBAGIAN MAKANAN SAAT SAHUR. UNTUK FAKIR DAN GELANDANGAN ]

TERIMAKASIH 🙂

GERAKAN ANTI MALAYSIA

Posted: Agustus 31, 2010 in politik

Biaya Produksi Minimal

Posted: Maret 31, 2010 in Uncategorized

Biaya produksi merupakan jantung dari keputusan suatu bisnis. Perusahan harus memberi perhatian penuh terhadap biaya, karena setiap sen biaya yang keluar maka akan mengurangi laba perusahaan. Biaya sangat penting untuk diperhitungkan sebab biaya digunakan untuk membuat keputusan produksi suatu barang dan penjualan atas dasar biaya dan harga barang.
Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktorfaktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksi oleh perusahaan tersebut. Untuk analisis biaya produksi perlu diperhatikan dua jangka waktu,yaitu :
1.    jangka panjang, yaitu jangka waktu di mana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan dan
2.    jangka pendek, yaitu jangka waktu dimana sebagian faktor produksi dapat berubah dan sebagian lainnya tidak dapat berubah. Dalam bab ini hanya dibahas biaya produksi jangka pendek.
Biaya produksi dapat dibedakan ke dalam dua macam, yaitu :
1.    Biaya tetap (fixedcost) dan
2.    Biaya variabel (variable cost). Dalam analisis biaya produksi perlu memperhatikan(1) biaya produksi rata-rata : yang meliputi biaya produksi total rata-rata, biaya produksi tetap rata-rata, dan biaya variabel rata-rata ; dan (2) biaya produksi marjinal, yaitu tambahan biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menambah satu unit produksi.
Jadi, dari segi sifat biaya dalam hubungannya dengan tingkat output, biaya produksi dapat dibagi ke dalam:
(1) Biaya Total ( Total Cost = TC) . Biaya total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
TC = TFC + TVC
Dimana TFC = total fixed cost; dan TVC = total variable cost.
(2) Biaya Tetap Total (total fixed cost = TFC). Biaya tetap total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya. Sebagai contoh : biaya pembelian mesin, membangun bangunan pabrik, membangun prasarana jalan menuju pabrik, dan sebagainya.
(3) Biaya Variabel Total (total variable cost = TVC). Biaya variabel total adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh faktor produksi variabel.
Contoh biaya variabel : upah tenaga kerja, biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan bakar mesin, dan sebagainya.
(4) Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC). Biaya tetap rata- rata adalah biaya tetap total dibagi dengan jumlah produksi.

TFC
AFC = ——- ( di mana Q = tingkat output)
Q

(5) Biaya Variabel Rata-Rata ( Average Variable Cost = AVC). Biaya variabel rata-rata adalah biaya variabel total dibagi dengan jumlah produksi.

TVC
AVC = ——–
Q

(6) Biaya Total Rata-Rata ( Average Total Cost = AC). Biaya total rata-rata adalah biaya total dibagi dengan jumlah produksi.

T C
AC = ——— atau AC = AFC + AVC.
Q

(7) Biaya Marginal ( Marginal Cost =MC). Biaya marginal adalah tambahan biaya produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit.

DTC
MC = ———–
DQ

Beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut :
•    Pertama, biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan.
•    Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar.
•    Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.
•    Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC).
•    Dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui scenario :
1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum,
2). Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar,
3). memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus),
4). memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat,
5). memperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat,
6). meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholders
Kesimpulan berkaitan dengan teori biaya produksi yaitu :
v  Biaya tetap total (TFC) tidak bergantung pada kuantitas output (Q), sedangkan biaya variabe total bergantung pada kuantitas output (Q)
Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC / Q.v
Kurva AVC menurun mencapai minimum untuk kemudian mengalami peningkatan karena AVC = TVC / Q.v
Total Cost (TC) merupakan penjumlahan dari biaya TFC dan TVC karena TC = TFC + TVC.v
ATC mula-mula akan turun kemudian akan meningkat karena ATC = TC / Q.v
v  SMC mula-mula menurun mencapai minimum pada kuantitas output tertentu dan kemudian akan naik (catatan biasanya SMC akan selalu memotong kurva AVC) karena SMC = dTC / dQ (baca d=delta)
Jika SMCv < AVC, maka AVC menurun, Jika SMC>AVC maka AVC meningkat dan jika SMC = AVC maka AVC minimum.
Jika SMCvATC maka ATC meningkat dan jika SMC = ATC, maka ATC minimum.